Celana dan permata

Bukan bang toyib diri ini
tak pulang temui istri
saya pasti kembali
sejatinya seorang lelaki

Namun keadaan kini
harus bertahan sementara
dikarenakan gaji belum mencukupi
untuk pulang ketemu keluarga

Rindu pasti saya di kota
ingin untuk pulang segera
membawa bingkisan selusin celana
dan kubagikan pada tetangga

Tentu bukan celana
saya berikan pada keluarga
melainkan sebuah kalung permata
yang kubeli dari bis kota

dan tanggal pun telah tiba
dimana saya pulang segera
menemui anak istri tercinta
dengan bingkisan luarbiasa

::
Saya bukan tukang bubur
saya bukan tukang gali kubur
saya hanya ingin menghibur
saya harap tidak pada kabur

Iklan

5 responses to “Celana dan permata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s