Waktu

Waktu,
aku mendengar jam yang berdetik
seumpama nafas di petik
sesungguhnya aku merasa panik
penuh khilaf bagai tercekik

Waktu,
tak bisa ku tahan tuk berhenti
dan bertanya senyap di hati
dosa yang masih deras mengaliri
menghisap kebenaran tiada henti

Waktu,
kilat aku menangisi semua
titik yang bercucuran air mata
penuh sesak tubuh oleh dosa
sepertinya telah merajalela

Waktu,
di sisamu aku ingin menyadiri
bahwa hidup ini akan mati
di sisamu aku ingin bermentari
tiada gelap lagi yang meracuni

bagaimana aku bisa meninggalkan waktu tanpa menyadiri mendekat pergi 😦

Iklan

10 responses to “Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s