dari kampung “Terimakasih Sahabat”


^kampungku halamanku^

Sahabat apa kabar??
semoga dalam keadaan baik-baik..aamiin

Sore hari ini, saya mau bercerita mengenai kampung halamanku..dimana tempat saya melukis cerita, baik suka maupun duka..baik benci maupun cinta..dan pastinya saya bercerita pakai celana..xixixixi^^ pisss*
Kampung begitulah namanya, jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, tak ada kendaraan mewah tak ada rumah wahh, yang ada hanyalah sawah..
Biarpun dikampung, saya menikmatinya..alam yang masih segar wallaw kini mulai sedikit berubah seiring berubahnya jaman. Sawah yang hijau, sungai yang mengalir membawa setitik damai di jiwa, serta canda tawa anak-anak yang menambah kehangatan kampung..mereka bermain amat riang, sedikit menyentuh dihati saya, akan masa lalu saya dulu..penuh bahagia dan pastinya cerita unik yang saya alami..
Nama kampungku “Rancagoong” tepat posisinya di desa Tanjungwangi. Sumedang merupakan kota saya, mungkin sahabat pernah mendengarnya, itu yang terkenal dengan sebutan kota “Tahu”. Jarak rumah saya menuju kota lumayan jauh, kurang lebih 45menit menggunakan sepeda motor. Tentu apabila saya ingin atau sekedar mau ke warnet saja, saya harus menuju pusat kota, karena dikampung saya belum ada..hee..jikalau ada di tempat lain kecepatan internetnya masih lemah. Tapi untung ada ponsel, dengan ini saya bisa berselancar atau berinteraksi dengan yang namanya dunia maya, apalagi setelah saya mempunyai blog, semakin menambah rasa senang, tentunya dengan ini bisa bertemu dengan sahabat, walawpun saya masih baru dalam dunia blog, saya dapat belajar kepada sahabat semnuanya dan tentu saya bisa berbagi dalam hal apapun pastinya hal positif, tulisan saya yang masih jauh dari sempurna, semoga bisa diterima oleh sahabat.
Saya mau mengucapkan terimakasih kepada sahabat yang telah memberi semangat kepada saya untuk selalu menulis, yang telah memberi saya ilmu, dorongan, sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih..dan maaf tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang pasti kita adalalah SAHABAT

Terimakasih

Iklan

40 responses to “dari kampung “Terimakasih Sahabat”

  1. kampung yg masih hijau, semoga bisa bertahan tetap hijau.
    semangat menulis mu hebat banget De, bunda gak kebayang kalau bikin postingan pake hape, bisa keriting deh jari2 yg sudah sepuh ini .
    Teruslah menulis dan berbagi utk kami semua ya De πŸ™‚
    tetap semangat …….. πŸ™‚
    salam

  2. wahh gue juga suka kampung..
    damai pokoknya dah kalau udah di kampung.. apalagi yang kampung plosok sampe gak ada sinyal , damainya luar biasa.. hehe :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s